Inilah Cara Menghilangkan Bruntusan dengan Cepat dan Tepat

Current image: cara menghilangkan bruntusan | www.formulajelita.com

Cara menghilangkan bruntusan yang paling efektif biasanya bukan yang “instan semalam”, tapi yang cepat sekaligus tepat: menenangkan kulit, memperbaiki skin barrier, lalu mengatasi sumber sumbatan pori secara bertahap. Kabar baiknya, bruntusan umumnya bisa membaik signifikan kalau kamu pakai strategi yang benar dan konsisten.

Di artikel ini, kamu akan memahami penyebab bruntusan di wajah, cara mengatasi bruntusan di wajah dengan rutinitas yang aman, hingga cara mencegah bruntusan agar tidak bolak-balik muncul.

Apa Itu Bruntusan?

Bruntusan adalah kondisi saat permukaan kulit terasa kasar dan tampak bintik-bintik kecil, sering terlihat seperti jerawat kecil-kecil tetapi tidak selalu berisi nanah. Pada banyak orang, bruntusan muncul karena pori tersumbat (misalnya komedo tertutup) atau iritasi yang memicu peradangan ringan, sehingga penanganannya perlu disesuaikan dengan pemicu utamanya, bukan sekadar dipencet atau di-scrub.

Ciri-ciri bruntusan yang paling sering muncul

Bruntusan biasanya punya beberapa ciri ini:

Kulit terasa tidak rata saat disentuh, seperti ada “pasir halus” di bawah kulit. Bintiknya kecil-kecil, bisa sewarna kulit, kemerahan, atau sedikit lebih gelap tergantung kondisi kulit.

Pada beberapa kasus, bruntusan disertai gatal ringan, perih saat kena produk tertentu, atau muncul berkelompok di area yang sering berkeringat dan bergesekan.

Area yang sering terdampak

Area yang paling sering terdampak adalah dahi, pipi, dan dagu karena area ini mudah berminyak serta sering terpapar gesekan dan kotoran.

Bruntusan di pipi kerap dipicu gesekan masker, sarung bantal yang jarang diganti, atau kebiasaan menyentuh wajah. Sementara jerawat kecil kecil di dahi sering berkaitan dengan rambut, helm, keringat, dan produk rambut yang “migrasi” ke kulit.

Penyebab Bruntusan di Wajah

Penyebab bruntusan di wajah umumnya berkisar pada dua hal: pori tersumbat dan skin barrier yang terganggu. Keduanya bisa saling berkaitan—saat barrier lemah, kulit lebih mudah meradang; saat pori tersumbat, tekstur jadi kasar dan muncul bintik. Mengetahui penyebabnya penting karena cara menghilangkan bruntusan akan berbeda, misalnya jika bruntusanmu dominan komedo tertutup dibanding iritasi atau reaksi terhadap produk.

Bruntusan karena komedo tertutup

Bruntusan karena komedo tertutup terjadi saat sebum (minyak), sel kulit mati, dan sisa produk terjebak di dalam pori, lalu tertutup lapisan kulit tipis. Dari luar, tampilannya seperti bintik kecil sewarna kulit atau putih pucat yang membuat tekstur tidak rata.

Kalau kamu merasa bruntusan “keras” dan sulit hilang, terutama di dahi atau pipi bagian dalam, kemungkinan besar ada peran komedo tertutup. Ini juga menjelaskan kenapa memencet sering tidak berhasil dan justru bikin merah atau bekas.

Faktor pemicu bruntusan

Beberapa pemicu paling umum yang sering luput diperhatikan adalah produk skincare/makeup, keringat, dan kebersihan.

Produk skincare atau makeup yang terlalu berat, tidak cocok, atau menumpuk terlalu banyak layer bisa memicu sumbatan pori pada sebagian orang. Keringat yang bercampur minyak dan debu juga mudah menyumbat pori, apalagi jika kamu jarang membersihkan wajah setelah aktivitas.

Kebersihan yang kurang optimal juga berperan: mencuci muka terlalu jarang, membersihkan makeup tidak tuntas, atau terlalu sering menyentuh wajah dengan tangan yang tidak bersih.

Kebiasaan yang memperparah tekstur kulit kasar dan tidak rata

Beberapa kebiasaan membuat bruntusan makin sulit hilang. Salah satu yang paling sering adalah over-exfoliation: terlalu sering memakai scrub, AHA/BHA, peeling, atau retinoid bersamaan tanpa jeda.

Selain itu, sering gonta-ganti produk tanpa memberi waktu adaptasi bisa memicu iritasi dan membuat skin barrier melemah. Kebiasaan memencet bintik juga berisiko menambah peradangan, infeksi, dan meninggalkan bekas.

Cara Mengatasi Bruntusan di Wajah

Cara mengatasi bruntusan di wajah sebaiknya dimulai dengan mengurangi pemicu iritasi dan memperkuat skin barrier, baru kemudian masuk ke tahap mengatasi sumbatan pori; pendekatan bertahap ini biasanya lebih aman, hasilnya lebih stabil, dan bisa jadi cara menghilangkan bruntusan tanpa drama kulit makin sensitif dengan fokus pada rutinitas dasar dulu sebelum menambahkan treatment yang tepat.

Reset basic routine

Saat bruntusan sedang aktif, lakukan “reset” dengan basic routine: cleanser lembut, pelembap, dan sunscreen. Ini membantu kulit tenang dan mengurangi risiko iritasi dari terlalu banyak produk aktif.

Pilih cleanser yang lembut (tidak membuat kulit ketarik), cukup dipakai 2 kali sehari. Gunakan pelembap untuk menjaga barrier tetap sehat, lalu sunscreen tiap pagi karena UV bisa memperparah inflamasi dan memperlambat pemulihan tekstur.

Kalau kamu memakai makeup, pastikan pembersihan tuntas (double cleansing bila perlu), tetapi tetap hindari menggosok terlalu keras.

Cara menghilangkan komedo tertutup tanpa merusak skin barrier

Cara menghilangkan komedo tertutup yang aman biasanya mengandalkan eksfoliasi kimia yang terukur, bukan scrub kasar. BHA (salicylic acid) sering dipakai karena larut minyak dan bekerja di dalam pori, membantu meluruhkan sumbatan secara bertahap.

Mulailah pelan: 1–2 kali seminggu, lalu lihat respons kulit. Jika kulit mudah sensitif, kamu bisa memilih PHA atau AHA yang lebih gentle, tetap dengan frekuensi rendah dulu.

Yang penting, jangan menumpuk banyak aktif sekaligus. Misalnya, hindari memakai BHA bersamaan dengan retinoid pada malam yang sama saat kulit sedang rewel, karena bisa membuat iritasi dan bruntusan tampak makin “meledak”.

Skincare untuk bruntusan

Skincare untuk bruntusan idealnya sederhana, fokus pada perbaikan barrier dan kontrol sumbatan pori. Urutan pakai yang aman untuk banyak orang adalah: cleanser, hydrating toner/essence (opsional), serum (pilih satu fokus), pelembap, lalu sunscreen di pagi hari.

Untuk serum, kamu bisa mempertimbangkan bahan seperti niacinamide (membantu kontrol minyak dan memperkuat barrier), centella/panthenol (menenangkan), atau BHA bila komedo tertutup dominan. Kuncinya ada pada konsistensi: beri waktu minimal 2–4 minggu untuk melihat perubahan tekstur, dan evaluasi setelah 6–8 minggu.

Kalau kamu sedang mencoba produk baru, masukkan satu per satu agar mudah tahu mana yang cocok atau memicu masalah.

Hal yang sebaiknya dihindari agar bruntusan tidak makin banyak

Hindari scrub kasar dan sikat pembersih yang agresif saat bruntusan meradang. Hindari juga memencet, mengorek, atau mencoba “mengeluarkan” komedo tertutup sendiri karena risiko luka dan hiperpigmentasi.

Selain itu, jangan tergoda menambah banyak obat totol atau masker “keras” setiap hari. Bruntusan bukan berarti kulit butuh lebih banyak serangan, seringnya justru butuh lebih banyak pemulihan.

Cara Menghilangkan Bruntusan Lebih Cepat

Kalau kamu butuh cara menghilangkan bruntusan lebih cepat, gabungkan strategi menenangkan kulit, mengurangi sumbatan, dan memperbaiki kebiasaan harian dengan fokus mengurangi iritasi dan gesekan, serta memastikan kebersihan area yang sering kontak dengan wajah; “cepat” di sini artinya kamu mempercepat proses pemulihan alami kulit tanpa memperparah inflamasi.

Kompres dan kebiasaan higienis yang membantu menenangkan kulit

Kompres dingin bisa membantu mengurangi kemerahan dan rasa tidak nyaman pada bruntusan yang meradang. Gunakan kain bersih yang dibasahi air dingin, tempelkan beberapa menit, lalu lanjutkan pelembap yang menenangkan.

Selain kompres, kebiasaan higienis sederhana sering memberi dampak besar: cuci tangan sebelum skincare, bersihkan layar ponsel, dan hindari menyeka wajah dengan handuk yang dipakai berulang tanpa dicuci.

Jika kamu banyak beraktivitas dan berkeringat, bilas wajah dengan air atau gunakan pembersih lembut setelah aktivitas, lalu kembalikan kelembapan kulit.

Strategi untuk jerawat kecil kecil di dahi

Jerawat kecil kecil di dahi sering dipicu rambut, helm, dan keringat. Pastikan area dahi tidak terus-menerus tertutup poni berminyak atau produk styling.

Bersihkan bagian dalam helm secara rutin karena dapat menumpuk keringat dan bakteri, lalu menempel ke kulit. Setelah olahraga atau aktivitas panas, usahakan segera membersihkan keringat sebelum mengering dan bercampur minyak.

Jika kamu memakai produk rambut seperti pomade atau hair oil, coba kurangi pemakaian atau pastikan tidak terkena area dahi dan pelipis.

Strategi untuk bruntusan di pipi

Bruntusan di pipi sering berhubungan dengan masker, sarung bantal, dan gesekan. Jika kamu sering memakai masker, pilih bahan yang lebih breathable, pastikan ukuran pas, dan ganti secara teratur.

Ganti sarung bantal minimal 2–3 kali seminggu bila bruntusan sedang aktif, terutama jika kulitmu mudah berminyak. Usahakan juga tidak menekan pipi pada permukaan kotor, dan kurangi kebiasaan menopang wajah dengan tangan.

Jika kamu menggunakan skincare yang tebal di malam hari, pastikan tidak membuat pipi “lengket” hingga menempel pada bantal dan memicu sumbatan.

Ekspektasi realistis

Ekspektasi realistis penting agar kamu tidak panik lalu over-treat. Bruntusan akibat iritasi ringan bisa mereda dalam beberapa hari setelah rutinitas disederhanakan, tetapi bruntusan karena komedo tertutup biasanya perlu waktu 2–8 minggu untuk benar-benar membaik.

Jika bruntusan terasa gatal berat, bernanah, menyebar cepat, atau tidak membaik meski sudah konsisten, pertimbangkan konsultasi ke dokter kulit. Bisa jadi ada pemicu lain yang butuh penanganan khusus.

Cara Mencegah Bruntusan Datang Kembali

Cara mencegah bruntusan adalah kombinasi rutinitas yang stabil dan kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari, dengan tujuan bukan sekadar menghilangkan bruntusan, tetapi menjaga kulit tetap stabil dalam jangka panjang; setelah kulit mulai halus, banyak orang tergoda kembali “eksperimen” terlalu agresif sehingga bruntusan mudah kambuh.

Rutinitas pencegahan

Pegang tiga pilar: bersih, lembap, dan proteksi UV. Bersih artinya cuci muka dengan lembut dan bersihkan sunscreen/makeup sampai tuntas. Lembap artinya gunakan pelembap yang cocok agar barrier kuat. Proteksi UV artinya sunscreen setiap pagi untuk mengurangi inflamasi dan mencegah bekas.

Jika kamu butuh eksfoliasi, lakukan terukur (misalnya 1–2 kali seminggu) dan sesuaikan dengan toleransi kulit. Kulit yang stabil biasanya tidak butuh “dikikis” setiap hari.

Kebiasaan sederhana yang efektif untuk mencegah bruntusan

Biasakan mengganti sarung bantal, handuk wajah, dan masker secara rutin. Bersihkan ponsel, kacamata, dan alat makeup yang menempel ke wajah.

Pilih produk yang sesuai tipe kulit dan hindari menumpuk terlalu banyak layer. Jika kamu sering berkeringat, siapkan kebiasaan “bersih cepat” setelah aktivitas agar pori tidak lama terpapar keringat dan kotoran.

Evaluasi pemicu bila bruntusan sering kambuh

Kalau bruntusan sering kambuh di area yang sama, coba evaluasi pemicu spesifik: apakah muncul setelah ganti produk, setelah lembur dan kurang tidur, atau setelah sering pakai helm dan masker seharian.

Catat juga apakah bruntusan datang bersamaan dengan fase hormonal tertentu. Dengan pola yang lebih jelas, kamu bisa menentukan solusi yang lebih tepat dan tidak membuang waktu mencoba banyak produk.

Maklon Skincare Terbaik di Indonesia

Cara menghilangkan bruntusan dengan cepat dan tepat selalu dimulai dari dasar yang benar: pahami pemicunya, reset rutinitas, atasi komedo tertutup secara bertahap, lalu terapkan cara mencegah bruntusan agar tidak kembali. Dengan pendekatan ini, kulit biasanya membaik lebih stabil dan risiko iritasi jauh berkurang.

Kalau kamu sedang membangun brand dan ingin menghadirkan skincare untuk bruntusan yang aman, efektif, dan siap bersaing di pasar, Formula Jelita International (FJI) bisa jadi partner maklon yang tepat karena menyediakan layanan end-to-end mulai dari formulasi R&D, uji stabilitas dan keamanan, desain dan packaging, hingga dukungan regulasi seperti BPOM dan Halal, didukung sertifikasi lengkap (CPKB, GMP, ISO 9001:2015, Vegan) serta MOQ yang fleksibel mulai sekitar 3000 pcs, konsultasikan konsep produkmu sekarang dengan kunjungi formulajelita.com untuk mulai maklon skincare bersama tim FJI, sekaligus menyiapkan lini produk lainnya melalui layanan formulasi menyeluruh sebelum kamu lanjut memilih maklon kosmetik.

Apt. S. Ratnawati Purba S.Si.

Ditulis oleh

Apt. S. Ratnawati Purba S.Si.

Head of Research and Development

Sebagai lulusan Fakultas Farmasi Universitas Indonesia (UI), Apoteker Ratna memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri farmasi dan kosmetik kecantikan. Ia memegang berbagai sertifikasi profesional, termasuk Sertifikat Kompetensi Apoteker (Serkom) dan Sertifikat Formulator Kosmetika. Saat ini, beliau menjabat sebagai Head of Research & Development dan aktif berbagi pengetahuan serta tips seputar skincare dan kosmetik kecantikan.

Scroll to Top