Dermatologist Tested Adalah: Arti, Fakta, dan Cara Memahaminya

Label “dermatologist tested” semakin sering muncul di kemasan produk skincare dan kosmetik. Banyak orang menganggapnya sebagai tanda keamanan dan keandalan produk.

Namun, apakah benar semua produk dengan label ini otomatis aman untuk kulit Anda? Artikel Formula Jelita berikut ini akan membahas secara lengkap arti sebenarnya dari istilah dermatologist tested, bagaimana proses pengujiannya dilakukan, serta perbedaannya dengan label lain seperti dermatologist approved.

Apa Arti Dermatologist Tested?

Dermatologist tested adalah label yang menunjukkan bahwa suatu produk telah melalui uji oleh ahli kulit untuk menilai bagaimana kulit manusia bereaksi terhadapnya. Proses ini dilakukan untuk memastikan produk memiliki tingkat keamanan dasar sebelum dipasarkan kepada konsumen.

Meskipun begitu, standar dan metode pengujian dapat berbeda antar merek, tergantung pada bahan, formulasi, dan tujuan produk. Oleh karena itu, meski berlabel dermatologist tested, hasil dan tingkat kenyamanan produk tetap bisa bervariasi pada setiap jenis kulit.

Perbedaan Dermatologist Tested vs Dermatologist Approved

Sebelum Anda membeli produk skincare dengan label ini, penting untuk memahami perbedaannya. Banyak orang mengira keduanya sama, padahal maknanya berbeda.

AspekDermatologist TestedDermatologist Approved
DefinisiProduk telah diuji oleh ahli kulit dalam proses tertentuProduk telah disetujui atau direkomendasikan oleh ahli kulit
TujuanUntuk memastikan produk tidak menimbulkan iritasi atau reaksi negatifUntuk menunjukkan bahwa ahli kulit percaya dan merekomendasikan produk
Kepastian KeamananTidak menjamin 100% aman untuk semua jenis kulitLebih meyakinkan, namun tetap tergantung individu
Contoh Label“Dermatologist Tested” pada brand seperti Emina, Wardah, Cetaphil“Dermatologist Approved” sering dipakai oleh merek global seperti Neutrogena
Jenis KlaimEdukatif dan uji dasarRekomendatif dan berbasis kepercayaan ahli

Singkatnya, tested berarti produk diuji oleh dermatolog, sedangkan approved berarti dermatolog telah meninjau hasilnya dan memberikan persetujuan atau rekomendasi. Jika Anda tertarik mengembangkan produk dengan klaim seperti ini, layanan maklon skincare dari Formula Jelita dapat membantu Anda menyusun formulasi dan uji dermatologi agar produk memenuhi standar keamanan dan dapat dipercaya konsumen.

Mengapa Produsen Menggunakan Klaim Ini?

Beberapa alasan mengapa produsen sering menambahkan klaim dermatologist tested adalah sebagai berikut:

  • Untuk membangun kepercayaan konsumen, karena label ini memberi kesan bahwa produk sudah melewati proses uji dermatologi oleh ahli yang kredibel. Ini membantu meningkatkan keyakinan pengguna terhadap keamanan dan kualitas produk.
  • Untuk memberikan kesan keamanan, sebab konsumen lebih cenderung memilih produk dengan validasi dermatolog, walaupun belum tentu berarti bebas risiko.
  • Sebagai strategi pemasaran yang efektif, karena label dermatologist tested mampu meningkatkan nilai jual produk serta memberikan kesan profesional dan bertanggung jawab.
  • Karena tidak semua produk wajib memiliki sertifikasi dermatologi resmi, sehingga produsen menggunakan klaim ini untuk menunjukkan komitmen terhadap standar keamanan, terutama di pasar yang belum memiliki regulasi uji dermatologi yang ketat.

Klaim produk skincare atau kosmetik secara umum biasanya dikaitkan dengan keamanan produk kosmetik, uji dermatologi, dan makna label kosmetik.

Bagaimana Cara Memastikan Klaim Dermatologist Tested Valid?

Agar tidak mudah terkecoh oleh label pemasaran, penting untuk mengetahui langkah-langkah dalam memverifikasi klaim dermatologist tested. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memastikan keasliannya:

1. Periksa sertifikasi resmi

Pastikan produk memiliki izin edar dari lembaga seperti BPOM (Indonesia) atau FDA (Amerika Serikat). Sertifikasi ini menandakan produk telah melewati proses pengujian keamanan dasar sebelum beredar di pasaran.

2. Telusuri informasi uji klinis

Cari tahu apakah ada laporan uji klinis atau publikasi resmi yang membuktikan produk tersebut benar-benar diuji secara dermatologis. Biasanya hasil patch test atau uji sensitivitas akan dicantumkan oleh produsen yang transparan.

3. Cermati reputasi merek dan dermatolog

Perhatikan siapa dermatolog yang terlibat dalam pengujian dan bagaimana reputasi brand tersebut di industri skincare. Merek ternama biasanya bekerja sama dengan ahli yang kredibel untuk menjaga kepercayaan konsumen.

4. Jangan hanya percaya label marketing

Hindari langsung percaya pada klaim di kemasan tanpa bukti pendukung. Pastikan ada data atau hasil uji yang bisa diverifikasi agar Anda tidak tertipu oleh strategi pemasaran semata.

Demikianlah pembahasan mengenai arti dan makna dari label dermatologist tested yang sering muncul pada produk skincare dan kosmetik. Semoga penjelasan di atas membantu Anda lebih memahami bahwa klaim ini bukan sekadar jargon pemasaran, melainkan indikasi bahwa produk telah melalui proses pengujian tertentu oleh ahli kulit. 

Jika Anda adalah pebisnis atau brand owner yang ingin meluncurkan produk kosmetik tanpa repot melakukan riset dan pengujian sendiri, Anda dapat memanfaatkan layanan maklon kosmetik. Dengan layanan ini, Anda bisa fokus pada branding dan pemasaran, sementara proses produksi serta uji kualitas dilakukan oleh pihak profesional yang berpengalaman di bidangnya.

Pertanyaan Seputar Dermatologist Tested

Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan:

Apakah dermatologist tested aman untuk semua jenis kulit?

Produk dengan label ini biasanya telah diuji pada beberapa orang dengan berbagai jenis kulit, tetapi hasilnya tidak selalu sama untuk semua individu. Kulit setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda, sehingga produk yang aman untuk satu orang belum tentu cocok untuk lainnya.

Apakah dermatologist tested berlaku juga untuk produk body care atau hair care?

Ya, label ini tidak terbatas pada skincare wajah saja. Produk perawatan tubuh dan rambut juga bisa menggunakan klaim ini jika diuji oleh ahli kulit untuk memastikan keamanannya terhadap kulit.

Apa yang harus dilakukan jika produk berlabel dermatologist tested tetap menyebabkan iritasi?

Segera hentikan pemakaian dan konsultasikan dengan dermatolog atau tenaga medis. Setiap kulit memiliki respons berbeda, jadi penting untuk tidak melanjutkan penggunaan jika muncul kemerahan, gatal, atau rasa terbakar.

Scroll to Top