Modal Usaha Parfum: Estimasi Biaya & Perhitungannya

Banyak pelaku usaha pemula tertarik terjun ke bisnis parfum karena tren bisnis parfum terus berkembang, digunakan sehari-hari dan pasarnya luas, mulai dari remaja hingga dewasa. Namun sebelum memulai, satu pertanyaan penting yang sering muncul adalah soal berapa modal usaha parfum.

Besarnya modal usaha parfum tidak selalu sama untuk setiap orang. Modal awal sangat bergantung pada model bisnis yang dipilih, skala usaha, serta strategi yang digunakan sejak awal. 

Lantas, berapa modal usaha parfum yang perlu Anda siapkan? Simak ulasan Formula Jelita berikut ini. 

Modal Usaha Parfum Berdasarkan Model Bisnisnya

Berikut adalah estimasi modal awal usaha parfum berdasarkan jenisnya. Masing-masing model bisnis ini tentunya punya kelebihan dan kekurangan yang juga perlu Anda pertimbangkan.

1. Usaha parfum refill

Berdasarkan riset Formula Jelita dari berbagai sumber, modal bisnis parfum isi ulang atau refill skala rumahan atau online berada di kisaran Rp5.000.000 hingga Rp10.000.000, sedangkan toko parfum refill fisik sederhana umumnya membutuhkan Rp10.000.000–Rp15.000.000 atau lebih.

Estimasi biaya usaha parfum refill ini sudah mencakup kebutuhan bahan baku dan perlengkapan dasar untuk memulai usaha. Besarnya modal tetap bergantung pada jumlah varian aroma, skala penjualan, serta konsep usaha yang dipilih sejak awal.

Secara umum, modal usaha parfum refill dialokasikan untuk beberapa komponen utama, seperti bibit parfum dan bahan pelarut, botol parfum berbagai ukuran, serta alat takar dan perlengkapan racik. Selain itu, modal juga digunakan untuk etalase atau rak display dan biaya operasional awal seperti listrik, sewa tempat (jika ada), serta kebutuhan penunjang lainnya.

2. Reseller atau dropship parfum

Kalau mau lebih praktis dan minim risiko, model reseller atau dropship parfum bisa menjadi pilihan yang tepat, cocok untuk Anda yang mungkin hanya punya modal usaha parfum rumahan. Dalam model ini, Anda tidak perlu memproduksi parfum sendiri, bahkan pada sistem dropship Anda juga tidak diwajibkan menyimpan stok barang. 

Dari penelusuran Formula Jelita, modal usaha parfum reseller atau dropship umumnya berada di kisaran Rp500.000–Rp2.000.000, tergantung kebijakan supplier dan strategi penjualan. Modal tersebut biasanya dialokasikan untuk pembelian stok awal (khusus reseller), kebutuhan promosi digital, kemasan pengiriman sederhana, serta biaya operasional seperti internet dan platform marketplace.

Perbedaan utama antara reseller dan dropship terletak pada pengelolaan stok. Reseller membeli produk di awal sehingga memiliki kontrol lebih besar atas pengiriman, sedangkan dropshipper hanya fokus pada pemasaran karena proses pengiriman ditangani langsung oleh supplier.

3. Brand parfum sendiri (maklon)

Kalau kamu mau lebih serius membangun bisnis parfum brand sendiri, model maklon parfum bisa menjadi pilihan yang tepat. Melalui jasa maklon parfum, Anda dapat menentukan konsep aroma, desain botol, hingga positioning brand tanpa harus memiliki pabrik atau fasilitas produksi sendiri.

Jasa maklon parfum di Indonesia bervariasi, tergantung kebijakan penyedia jasa. Sebagai gambaran, layanan maklon parfum dari Formula Jelita sendiri menerapkan MOQ sekitar 3.000 pcs, dengan estimasi modal awal berkisar belasan hingga puluhan juta rupiah. Ini tergantung jenis parfum, kemasan, dan layanan tambahan yang dipilih.

Modal usaha parfum maklon tersebut mencakup biaya produksi parfum, botol dan kemasan, label atau desain visual, serta layanan peracikan aroma. Pada beberapa penyedia, biaya tambahan seperti pendaftaran merek, legalitas, dan strategi pemasaran juga perlu dipersiapkan secara terpisah, sehingga model ini lebih cocok bagi Anda yang menargetkan pertumbuhan jangka panjang.

Komponen Biaya Usaha Parfum

Setelah mengetahui estimasi modal dan pilihan model bisnis, langkah berikutnya adalah memahami komponen biaya usaha parfum secara lebih rinci. Secara umum, komponen biaya usaha parfum terbagi menjadi biaya bahan baku, kemasan, peralatan, serta biaya operasional. 

Berikut beberapa komponen dalam usaha parfum sendiri yang perlu Anda perhatikan.

1. Biaya bahan baku

Biaya bahan baku merupakan komponen terbesar dalam usaha parfum, terutama untuk model refill dan maklon. Pos ini mencakup pembelian bibit parfum, alkohol atau pelarut, serta bahan pendukung lain yang digunakan dalam proses peracikan.

Besarnya biaya bahan baku sangat bergantung pada jumlah varian aroma yang disediakan dan kualitas bibit parfum yang dipilih. Semakin banyak pilihan aroma dan semakin tinggi kualitas bahan, semakin besar pula porsi modal yang perlu dialokasikan.

2. Biaya kemasan

Selain bahan baku, kemasan juga menjadi komponen biaya yang tidak bisa diabaikan. Biaya kemasan meliputi botol parfum, sprayer, tutup botol, hingga label atau stiker produk.

Untuk usaha parfum refill, kemasan biasanya disesuaikan dengan ukuran botol yang paling banyak diminati pasar. Sementara pada brand maklon, desain kemasan sering kali memerlukan biaya tambahan karena berhubungan dengan identitas dan citra merek.

3. Peralatan dan perlengkapan

Peralatan dan perlengkapan digunakan untuk menunjang proses produksi dan penjualan parfum. Komponen ini mencakup alat takar, gelas ukur, pipet, wadah pencampur, serta etalase atau rak display.

Biaya peralatan umumnya bersifat satu kali di awal usaha, sehingga tidak terlalu membebani operasional bulanan. Namun, kualitas peralatan tetap perlu diperhatikan agar proses peracikan berjalan konsisten.

4. Biaya operasional awal

Biaya operasional awal mencakup pengeluaran rutin yang dibutuhkan agar usaha dapat berjalan. Komponen ini meliputi listrik, air, internet, biaya sewa tempat (jika membuka toko fisik), serta biaya promosi awal.

Meskipun terlihat kecil, biaya operasional sering kali luput dari perhitungan awal. Oleh karena itu, penting untuk mengalokasikan dana operasional sejak awal agar arus kas usaha parfum tetap sehat.

Demikianlah pembahasan mengenai estimasi modal dalam bisnis parfum, baik melalui reseller maupun membangun brand sendiri. Jika tertarik membangun bisnis parfum, Anda dapat menghubungi Formula Jelita untuk berdiskusi lebih lanjut. 

Formula Jelita merupakan perusahaan jasa maklon kosmetik terbaik di Indonesia yang melayani bisnis menengah hingga besar, baik di dalam maupun luar negeri untuk mengembangkan produk mereka. Dengan R&D bersertifikat dan produksi terstandar, FJI telah membantu banyak brand kosmetik berkembang pesat di Indonesia, Asia, hingga Amerika Serikat.

FAQ Seputar Modal Usaha Parfum

Berikut beberapa pertanyaan yang paling sering ditanyakan:

Berapa modal usaha parfum paling kecil?

Modal usaha parfum paling kecil bisa dimulai dari model reseller atau dropship, yaitu sekitar Rp500.000–Rp2.000.000. Model ini cocok bagi pemula yang ingin mencoba bisnis parfum dengan risiko rendah.

Apakah usaha parfum bisa dimulai dari rumah?

Ya, usaha parfum sangat memungkinkan untuk dimulai dari rumah, terutama untuk model parfum refill skala rumahan atau penjualan online. Dengan strategi yang tepat, usaha rumahan tetap bisa menjangkau pasar yang luas.

Apa perbedaan modal parfum refill dan brand sendiri?

Modal parfum refill umumnya lebih rendah karena fokus pada isi ulang dan tidak membutuhkan branding kompleks. Sementara itu, brand parfum sendiri melalui maklon memerlukan modal lebih besar karena mencakup biaya produksi, kemasan, dan identitas merek.

Apakah usaha parfum cocok untuk pemula?

Usaha parfum tergolong ramah untuk pemula karena tersedia berbagai model bisnis dengan modal yang fleksibel. Anda bisa menyesuaikan pilihan usaha dengan kemampuan modal dan pengalaman yang dimiliki.

Scroll to Top