Mengenal MSDS Kosmetik dan Kenapa Itu Penting

Dalam dunia kosmetik, salah satu dokumen penting dalam memastikan keamanan formula adalah MSDS (Material Safety Data Sheet) atau lembar data keselamatan bahan kimia. Dokumen ini membantu memastikan bahwa setiap bahan yang digunakan dalam pembuatan kosmetik memiliki informasi keselamatan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

MSDS berisi informasi detail mengenai sifat kimia suatu bahan, potensi bahaya, langkah penanganan yang aman, serta tindakan darurat jika terjadi kecelakaan. Dalam konteks industri kosmetik, MSDS penting karena produk kecantikan sering kali mengandung bahan kimia aktif, pengawet, atau pewangi yang memerlukan penanganan khusus agar tetap aman untuk digunakan oleh konsumen.

Ketahui apa itu MSDS dalam dunia kosmetik, fungsi hingga bagian apa saja yang harus ada dalam artikel Formula Jelita berikut ini. 

Apa Itu MSDS Kosmetik?

MSDS kosmetik (Material Safety Data Sheet) adalah dokumen resmi yang menjelaskan karakteristik, bahaya, serta prosedur penanganan bahan kimia tertentu. Dokumen ini biasanya disiapkan oleh produsen atau pemasok bahan kimia. Dalam industri kosmetik, MSDS digunakan untuk memastikan keamanan setiap bahan yang digunakan dalam formula produk seperti krim, serum, atau parfum.

Saat ini, istilah MSDS telah beralih menjadi SDS (Safety Data Sheet) sesuai dengan standar global GHS (Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals). Sistem GHS mengatur bagaimana bahan kimia diklasifikasikan dan dilabeli agar informasi keselamatan lebih seragam di seluruh dunia.

Perbedaan MSDS dan SDS

Sebelum adanya standarisasi global, setiap negara atau produsen memiliki format MSDS kosmetik yang berbeda-beda sebagai persyaratan dokumen keamanan kosmetik mereka. Namun sejak diberlakukannya sistem GHS (Globally Harmonized System of Classification and Labelling of Chemicals), istilah SDS (Safety Data Sheet) digunakan secara internasional untuk menyatukan format dan terminologi yang digunakan dalam lembar data keselamatan bahan kimia

Tujuan utamanya adalah memastikan konsistensi informasi dan meningkatkan keselamatan dalam penggunaan bahan kimia di seluruh dunia. Perbedaan antara MSDS dan SDS tidak hanya pada istilah, tetapi juga pada struktur, isi, dan kepatuhan terhadap regulasi. 

Simak tabel berikut yang menjelaskan perbedaan utama antara keduanya:

AspekMSDS (Material Safety Data Sheet)SDS (Safety Data Sheet)
Standar FormatTidak memiliki format baku, jumlah bagian bervariasi (8–12 bagian).Memiliki format baku 16 bagian sesuai dengan GHS.
Konsistensi InformasiInformasi bisa berbeda antar produsen atau negara.Informasi konsisten dan mudah dipahami secara global.
Penerapan RegulasiDigunakan sebelum adopsi GHS, tidak diatur secara seragam.Diatur secara resmi oleh GHS dan diadopsi oleh banyak negara.
Tujuan UtamaMemberikan panduan keselamatan bahan kimia tanpa standar global.Menyediakan informasi keselamatan yang seragam, mudah diterjemahkan, dan diakui internasional.
Kelembagaan Pengatur di IndonesiaTidak memiliki pengaturan khusus.Diatur melalui Permenperin No. 23/M-IND/PER/4/2013 dan Permenaker No. 5 Tahun 2018.
Penggunaan di Industri KosmetikMasih digunakan oleh beberapa produsen lama.Direkomendasikan untuk semua produsen kosmetik modern guna memenuhi standar ekspor dan regulasi keselamatan kerja.

Dengan demikian, penggunaan SDS telah menjadi keharusan bagi industri yang menggunakan bahan kimia, termasuk produsen kosmetik. Regulasi nasional seperti Permenperin No. 23/M-IND/PER/4/2013 dan Permenaker No. 5 Tahun 2018 menegaskan bahwa setiap pelaku industri wajib memiliki SDS untuk memastikan keselamatan kerja dan pengelolaan bahan berbahaya sesuai standar internasional.

Fungsi dan Tujuan MSDS dalam Produk Kosmetik

MSDS pada kosmetik memiliki fungsi yang sangat penting dalam menjaga keselamatan, kualitas, dan kepatuhan regulasi industri kosmetik. Berikut ini penjelasan rinci mengenai fungsi dan tujuannya:

  • Mengenali potensi bahaya bahan kimia. MSDS membantu produsen mengidentifikasi bahaya fisik, kimia, dan biologis yang mungkin timbul dari bahan yang digunakan dalam formulasi kosmetik.
  • Memberikan panduan penanganan yang aman. Dokumen ini menjelaskan cara penyimpanan, penggunaan, dan pengangkutan bahan agar tidak menimbulkan risiko bagi pekerja atau lingkungan.
  • Menjelaskan tindakan pencegahan dan perlindungan. MSDS mencantumkan rekomendasi alat pelindung diri (APD) yang diperlukan serta tindakan pencegahan saat bekerja dengan bahan kimia.
  • Menunjukkan langkah darurat secara terperinci. Informasi tentang tindakan pertolongan pertama, prosedur pemadaman kebakaran, dan penanganan tumpahan dijelaskan secara sistematis.
  • Menjadi referensi utama dalam pelatihan keselamatan kerja. MSDS digunakan untuk melatih karyawan tentang bahaya bahan kimia dan prosedur keselamatan di tempat kerja.
  • Mendukung proses audit dan kepatuhan regulasi. Keberadaan MSDS menunjukkan bahwa perusahaan mematuhi peraturan nasional seperti Permenperin No. 23/M-IND/PER/4/2013 dan Permenaker No. 5 Tahun 2018.
  • Mempermudah proses ekspor produk kosmetik. Banyak negara mensyaratkan SDS/MSDS sebagai dokumen pendukung untuk memastikan produk memenuhi standar keselamatan internasional.

Bagian-Bagian Penting dalam Lembar SDS

Sesuai standar GHS, lembar Safety Data Sheet (SDS) terdiri atas 16 bagian utama:

  1. Identifikasi produk dan perusahaan
  2. Identifikasi bahaya
  3. Komposisi atau informasi bahan
  4. Tindakan pertolongan pertama
  5. Tindakan pemadaman kebakaran
  6. Penanganan jika terjadi tumpahan
  7. Penanganan dan penyimpanan
  8. Pengendalian paparan dan perlindungan diri
  9. Sifat fisik dan kimia
  10. Stabilitas dan reaktivitas
  11. Informasi toksikologi
  12. Informasi ekologi
  13. Pembuangan limbah
  14. Informasi transportasi
  15. Informasi peraturan
  16. Informasi tambahan

Dalam konteks kosmetik, SDS biasanya digunakan untuk bahan baku seperti surfaktan, pengawet, pelarut, atau pewarna yang memiliki potensi risiko terhadap kulit atau lingkungan jika tidak ditangani dengan benar.

Apakah MSDS Wajib untuk Produk Kosmetik di Indonesia?

Menurut pedoman dari BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), produk kosmetik yang diajukan untuk registrasi tidak wajib melampirkan MSDS. Namun, untuk bahan baku kosmetik dan produk yang akan diekspor, SDS tetap diperlukan sebagai bagian dari dokumen pendukung keamanan produk.

Peraturan BPOM terbaru, seperti Peraturan BPOM No. 17 Tahun 2023 tentang Pedoman Dokumen Informasi Produk Kosmetik, menyebutkan bahwa informasi keamanan bahan perlu disediakan, terutama jika bahan tersebut memiliki risiko tertentu. Meskipun SDS tidak disebut secara eksplisit sebagai syarat wajib, penyediaan dokumen ini membantu memperkuat kepercayaan dan kepatuhan industri terhadap regulasi internasional.

Wujudukan Bisnis Kosmetik Anda Bersama Formula Jelita

MSDS (atau SDS) adalah dokumen fundamental dalam industri kosmetik yang memastikan keamanan bahan, kepatuhan regulasi, dan tanggung jawab produsen terhadap konsumen serta lingkungan. Walaupun belum menjadi kewajiban mutlak dalam registrasi kosmetik di Indonesia, penerapan SDS tetap menjadi standar terbaik untuk menjaga kualitas dan kredibilitas produk di pasar global.

Jika Anda seorang pemilik brand yang ingin membangun bisnis kosmetik profesional tanpa repot mengurus dokumen teknis seperti MSDS dan SDS, Formula Jelita siap membantu Anda. Dengan hanya 3000 pcs, Anda dapat mewujudkan bisnis kosmetik impian yang aman, legal, dan praktis melalui layanan maklon kosmetik terbaik dari Formula Jelita. 

Kunjungi formulajelita.com untuk memulai langkah pertama Anda menuju kesuksesan dalam bisnis kecantikan. 

FAQ Seputar MSDS Kosmetik

Siapa yang bertanggung jawab membuat MSDS?

MSDS disusun oleh produsen bahan kimia atau formulator kosmetik, dan menjadi tanggung jawab perusahaan yang memproduksi atau mengimpor bahan tersebut.

Di mana saya bisa mendapatkan contoh MSDS kosmetik?

Anda bisa mengunduh contoh MSDS dari database resmi seperti Sigma Aldrich, Chemscape, atau ECHA (European Chemicals Agency) yang menyediakan ribuan SDS dalam berbagai bahasa.

Scroll to Top